TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau menegaskan pentingnya penguatan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah perbatasan seiring meningkatnya aktivitas investasi yang masuk ke daerah tersebut.
Hal tersebut disampaikan Bupati Malinau, Wempi W Mawa melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Kamran Daik saat membuka secara resmi Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Kabupaten Malinau Tahun 2026 pada Rabu, (17/6).
Dalam sambutannya, Kamran Daik mengatakan meningkatnya mobilitas masyarakat antarnegara membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi daerah, terlebih Kabupaten Malinau merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Menurutnya, kehadiran warga negara asing dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui investasi, sektor pariwisata, hingga pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya. Namun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan secara optimal agar keberadaan orang asing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui Tim PORA, kita harus bekerja sama dan saling berkoordinasi agar pengawasan terhadap orang asing dapat berjalan secara efektif,” ujarnya.
Kamran menuturkan, saat ini Kabupaten Malinau tengah menghadapi perkembangan investasi yang cukup besar, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Karena itu, ia menilai pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing maupun tenaga kerja asing perlu diperkuat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi agar lebih proaktif dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing.
Menurutnya, pendekatan jemput bola perlu dilakukan untuk memastikan setiap perusahaan mematuhi kewajiban pelaporan terkait keberadaan tenaga kerja asing sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan hanya menunggu laporan masuk. Kita harus aktif melakukan koordinasi dan turun langsung ke lapangan. Dengan melibatkan seluruh unsur terkait, saya yakin pengawasan dapat dilaksanakan secara maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, Kamran mengajak seluruh anggota Tim PORA dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pertukaran informasi, serta mengedepankan sikap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas pengawasan.
Ia berharap melalui sinergi yang kuat antarinstansi, pengawasan orang asing di Kabupaten Malinau dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menjaga stabilitas keamanan daerah sekaligus mendukung masuknya investasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi kemajuan Kabupaten Malinau, serta mewujudkan keamanan dan ketertiban yang kita harapkan bersama,” tutupnya. (*st)






