Bandara Kolonel RA Bessing Kaji Pembukaan Rute Baru, Samarinda Masuk Prioritas Konektivitas

: rute-baru-bandara-bessing-malinau.jpg.
Pesawat Susi Air yang berada di Bandara Kolonel RA Bessing.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kolonel RA Bessing Malinau tengah mengkaji peluang pembukaan sejumlah rute penerbangan baru guna memperkuat konektivitas udara Kabupaten Malinau dengan wilayah lain di Kalimantan. Salah satu tujuan yang masuk dalam prioritas kajian adalah Samarinda.

Kepala Kantor Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo, mengatakan kajian tersebut dilakukan berdasarkan hasil penjaringan masukan dari para penumpang yang menggunakan layanan penerbangan di Bandara Kolonel RA Bessing.

Menurutnya, survei sederhana yang dilakukan menjadi bahan awal untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus melihat potensi pengembangan rute baru dari Malinau, baik menuju wilayah pedalaman maupun kota-kota besar di Kalimantan.

“Beberapa potensi yang memang bisa kita usulkan atau inisiasikan untuk pengembangan rute baru di Malinau sedang kami kaji, baik ke pedalaman maupun ke bandara besar seperti Balikpapan dan Samarinda,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).

Selain membuka peluang rute baru, pihak bandara juga mulai menggali kemungkinan reaktivasi jalur penerbangan yang pernah beroperasi sebelumnya. Salah satunya adalah rute Malinau–Tarakan yang dinilai masih memiliki potensi untuk kembali dilayani.

Handoko menjelaskan, konektivitas menuju Tanjung Selor saat ini belum menjadi fokus pembahasan. Pasalnya, akses transportasi darat antara kedua daerah sudah terhubung cukup baik dengan waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan.

“Tanjung Selor belum termasuk dalam yang kami bahas sekarang. Kami berupaya mengoptimalkan konektivitas ke daerah-daerah pedalaman dan kota alternatif selain Tarakan maupun Balikpapan,” katanya.

Ia menilai Samarinda memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai tujuan penerbangan langsung dari Malinau. Hal itu didasarkan pada tingginya mobilitas masyarakat yang memiliki kepentingan pendidikan, kesehatan hingga aktivitas usaha di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.

“Kami melihat ada keterkaitan masyarakat Malinau dengan Samarinda, baik untuk pendidikan, kesehatan maupun bisnis. Itu yang menjadi salah satu dasar kajian kami saat ini,” jelasnya.

Di sisi lain, layanan penerbangan ke wilayah pedalaman dan perbatasan Kabupaten Malinau saat ini masih berjalan normal. Sejumlah bandara perintis seperti Long Ampung, Mahak Baru, Data Dian, Binuang, Long Pala, Long Sule dan Long Alango telah terhubung melalui penerbangan bersubsidi.

Menurut Handoko, operasional penerbangan ke wilayah-wilayah tersebut didukung melalui dua skema pembiayaan, yakni subsidi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Sekarang seluruh layanan itu sudah berjalan. Jadi konektivitas ke wilayah pedalaman dan perbatasan tetap terlayani melalui dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tutupnya. (*st)

Pos terkait