Berhasil Buat Dua Batik Selama Sepekan Pelatihan, Jenny Ingin Fokus pada Pengembangan Batik Malinau

pengembang-batik-malinau.jpeg
Jenny Astuti, Salah satu peserta pelatihan batik dari etnis lundayeh.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pelatihan membatik di Kabupaten Malinau tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan teknik dasar membatik, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan menggali potensi motif khas daerah.

Salah satu peserta, Jenny Astuti, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dari awal hingga berhasil menghasilkan dua karya batik selama sepekan pelatihan.

Perempuan berusia 29 tahun yang berasal dari etnis Dayak Lundayeh itu mengaku sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan membatik. Keikutsertaannya dalam pelatihan didorong keinginan untuk mempelajari sekaligus mengembangkan batik.

“Karena saya belum pernah mengikuti kegiatan, karena saya belum pernah membatik, jadi saya tertarik untuk ingin belajar membatik. Itu motivasi saya,” ujar Jenny.

Selama pelatihan, Jenny juga mendapatkan pengalaman belajar bersama peserta dari berbagai etnis. Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan dan mengenal beragam corak batik.

“Kesannya selama di sini bisa bertemu dengan teman-temannya yang lain, dari etnis-etnis yang lain, dan kita juga bisa belajar satu sama yang lain,” katanya.

Ia mengaku sebelumnya belum bisa menggambar maupun melukis. Namun, melalui pelatihan tersebut, Jenny mulai memahami sejumlah teknik dasar membatik.

“Semua teknik sudah lumayan paham, untuk teknik dasar juga sudah paham,” tuturnya.

Dari berbagai teknik yang dipelajari, Jenny lebih tertarik pada teknik batik cetak karena menurutnya lebih mudah. Meski demikian, ia juga mencoba teknik menggunakan canting.

Selama pelatihan, Jenny berhasil menghasilkan dua karya, yakni satu menggunakan teknik batik cetak dan satu lainnya menggunakan canting.

“Ada dua, membatik cetak sama canting. Yang lebih susah di canting,” ujarnya.

Setelah pelatihan berakhir, Jenny berencana melanjutkan proses belajar secara mandiri di rumah. Ia ingin mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh dan terus belajar membuat batik.

“Mungkin saya bisa belajar nanti di rumah sendiri, untuk mengembangkan batiknya,” katanya.

Ia berharap keterampilan tersebut nantinya dapat ikut mendukung pengembangan batik Malinau, khususnya melalui penggalian corak dan motif yang dapat merepresentasikan kekayaan budaya berbagai etnis di daerah tersebut. (*ntl)

Pos terkait