TERASKALTARA.ID, MALINAU – Tidak semua kepercayaan masyarakat dapat diraih hanya melalui janji. Bagi Berahim, kepercayaan adalah hasil dari pengabdian yang dijalani dengan konsisten, hadir di tengah warga dalam berbagai situasi, serta kesediaan melayani tanpa mengenal waktu.
Pria kelahiran Tanjung Lapang, 18 Januari 1977 itu kembali dipercaya memimpin RT 14 Tanjung Lapang setelah meraih kemenangan telak dalam Pemilihan Ketua RT serentak yang digelar pada 4 Mei 2026 lalu. Dari hasil pemilihan tersebut, Berahim memperoleh lebih dari 80 persen suara warga dan resmi dilantik bersama 380 ketua RT lainnya pada 8 Juni 2026.
Perolehan suara yang dominan itu menjadi bukti kuat bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar terhadap kepemimpinannya. Bagi warga RT 14, Berahim bukan sekadar ketua lingkungan, melainkan sosok yang selalu hadir ketika dibutuhkan.
Wilayah yang dipimpinnya memiliki karakteristik yang cukup unik. RT 14 dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, profesi, dan status sosial. Keragaman tersebut merupakan warisan sejarah keberadaan perusahaan besar di kawasan itu yang dahulu mendatangkan pekerja dari berbagai daerah.
Di lingkungan yang sama, hidup berdampingan pejabat daerah, anggota DPRD, pengusaha, jurnalis hingga masyarakat umum. Kondisi tersebut menuntut seorang ketua RT yang mampu merangkul seluruh lapisan warga tanpa membedakan satu sama lain.
Berahim mengaku memimpin RT bukan perkara mudah. Menurutnya, seorang ketua RT harus memahami kondisi setiap warganya secara detail, mulai dari jumlah anggota keluarga hingga kebutuhan yang dihadapi masing-masing rumah tangga.
“Menjadi ketua RT memang gampang-gampang susah. Tapi kalau niatnya tulus, insyaallah dimudahkan. Kita harus paham tiap warga, rumahnya di mana, berapa anggota keluarganya, sampai mana saja yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting mengingat RT 14 merupakan salah satu wilayah yang cukup rawan terdampak banjir ketika debit Sungai Malinau meningkat. Dalam kondisi seperti itu, Berahim dituntut selalu siaga memantau perkembangan situasi, mengoordinasikan evakuasi warga, hingga memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Dedikasinya selama ini juga diakui oleh warga setempat. Mahmud Bali, salah seorang warga RT 14, menilai Berahim memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap kondisi masyarakat di lingkungannya.
Menurut Mahmud, Berahim mengetahui dengan rinci lokasi warga lanjut usia, warga yang mengalami sakit menahun, hingga rumah-rumah yang berpotensi terdampak banjir. Data tersebut membuat berbagai program dan bantuan yang disalurkan di tingkat RT menjadi lebih tepat sasaran.
“Kami lihat Pak RT tahu detail kondisi warganya. Di mana warga lansia, warga yang sakit, sampai rumah yang sering terdampak banjir. Jadi ketika ada bantuan atau program, penyalurannya lebih terarah,” katanya.
Di balik kiprahnya sebagai ketua RT, Berahim sebenarnya berasal dari dunia pengamanan. Selama empat tahun, sejak 2009 hingga 2013, ia bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan daerah. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika ia dipercaya menjadi petugas keamanan di salah satu hotel bersejarah di Malinau sejak 2015 hingga sekarang.
Latar belakang sebagai sekuriti membentuk karakter disiplin, sigap, dan tanggap terhadap berbagai situasi darurat. Nilai-nilai itulah yang kemudian ia terapkan dalam memimpin lingkungan tempat tinggalnya.
Tidak heran jika selama menjabat sebagai Ketua RT, wilayah yang dipimpinnya dikenal relatif kondusif. Berahim bahkan beberapa kali menerima penghargaan di bidang keamanan lingkungan dari Kepolisian Resor Malinau. Prestasi tersebut berlanjut hingga mendapat apresiasi dari Kepolisian Daerah Kalimantan Utara atas kontribusinya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Selain aktif dalam urusan sosial kemasyarakatan, Berahim juga memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi. Ia dikenal mahir dalam pekerjaan pemasangan bata, plesteran, keramik, hingga mengoperasikan berbagai peralatan pertukangan.
Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah dalam mendukung pembangunan fasilitas lingkungan. Dengan pemahamannya terhadap pekerjaan konstruksi, ia dapat ikut mengawasi berbagai kegiatan pembangunan secara langsung sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bagi Berahim, jabatan Ketua RT bukanlah soal kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia berupaya menjaga kepercayaan yang telah diberikan warga dengan terus hadir, mendengar, dan membantu menyelesaikan persoalan yang muncul di lingkungan.
Kepercayaan yang kembali diberikan warga RT 14 untuk periode kedua menjadi bukti bahwa pengabdian yang dijalankannya selama ini tidak sia-sia. Dari seorang sekuriti yang bertugas menjaga keamanan, Berahim kini menjelma menjadi figur akar rumput yang dipercaya menjaga harmoni, keamanan, dan kebersamaan masyarakat di lingkungannya. (*st)






