TERASKALTARA.ID, MALINAU – Keluhan terhadap kualitas layanan internet Telkomsel kembali disampaikan warga Kabupaten Malinau. Dalam beberapa waktu terakhir, gangguan jaringan disebut terjadi cukup sering dengan durasi yang tidak sebentar.
Sejumlah warga mengaku dalam satu minggu gangguan jaringan bisa terjadi hingga dua kali. Waktu terjadinya pun tidak menentu, mulai pagi, siang hingga malam hari, dengan durasi gangguan berkisar dua hingga tiga jam.
Salah seorang warga Malinau, Christiven Pratama Putra, mengatakan gangguan jaringan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan internet untuk bekerja.
“Kalau dalam seminggu itu bisa dua kali gangguan. Jamnya tidak tentu, kadang siang, kadang malam. Kalau sudah gangguan bisa sampai dua sampai tiga jam baru normal lagi,” ujarnya saat ditemui TerasKaltara, Senin (9/6).
Menurut Tiven sapaan akrabnya, saat jaringan bermasalah akses internet menjadi sangat lambat bahkan terkadang tidak dapat digunakan sama sekali. Kondisi tersebut membuat komunikasi melalui aplikasi pesan instan hingga aktivitas pekerjaan daring menjadi terhambat.
“Sekarang hampir semua pekerjaan pakai internet. Kalau jaringan hilang atau lemot, pekerjaan ikut tertunda. Kami berharap ada perbaikan supaya lebih stabil,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Nurhayati, pelaku usaha kecil di Malinau. Ia mengaku transaksi penjualan yang banyak dilakukan secara digital kerap terganggu saat jaringan internet mengalami masalah.
“Pembeli sekarang banyak yang bayar pakai transfer atau QRIS. Kalau internet bermasalah, transaksi jadi terhambat. Kadang pelanggan juga mengeluh karena tidak bisa melakukan pembayaran,” ungkapnya.
Ia berharap pihak Telkomsel dapat memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan setiap kali terjadi gangguan sehingga masyarakat mengetahui penyebab dan estimasi waktu perbaikan.
Keluhan masyarakat ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika pernah menggelar pertemuan dengan Telkom dan Telkomsel untuk membahas gangguan jaringan internet yang berulang terjadi di wilayah Malinau. Saat itu pemerintah daerah menyebut gangguan internet telah berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi yang bergantung pada layanan digital.
Permasalahan jaringan di Malinau juga beberapa kali menjadi sorotan media sosial. Warga di sejumlah wilayah melaporkan akses internet yang melambat hingga terputus, baik pada layanan data seluler maupun jaringan internet rumah. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas komunikasi, pekerjaan daring hingga usaha masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Malinau pada hari Selasa, (9/6) kembali memanggil Pihak Telkomsel untuk memberikan update masalah yang terjadi, Pertemuan di lakukan di Ruang Kerja Bupati dan di hadiri oleh Bupati Wempi, Asisten 3 Francis dan Kadis Kominfo Ajang Kahang. Namun belum ada kesimpulan resmi terkait hasil pertemuan.
Adapun Tim TerasKaltara selaku penyambung lidah masyarakat sempat menemui pihak Telkom usai pertemuan itu, Tim hendak menanyakan bagaimana sistematika penyebaran informasi ketika ada gangguan yang terjadi.
Hal ini dinilai penting mengingat setiap kali gangguan terjadi, masyarakat kerap tidak mendapatkan informasi resmi mengenai penyebab maupun estimasi waktu pemulihan layanan. Kondisi ini dinilai menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan yang terdampak.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Telkom maupun Telkomsel belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan jaringan yang berulang kali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Malinau.
Masyarakat berharap gangguan jaringan yang masih kerap terjadi dapat segera diatasi agar layanan internet di Kabupaten Malinau menjadi lebih stabil dan mampu mendukung kebutuhan komunikasi, pendidikan, pekerjaan serta aktivitas ekonomi digital yang terus meningkat. (*st)






