KONI Malinau Lepas Atlet Catur Muda ke Turnamen Internasional di Malaysia, Jadi Ajang Pembentukan Mental Sejak Usia Dini 

koni-malinau-catur.jpeg
Ketua KONI Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, saat bersama Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malinau yang juga Wakil Bupati Malinau, Jakaria.

TERASKALTARA.ID, MALINAU –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malinau menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan atlet muda, termasuk memberikan kesempatan kepada atlet untuk merasakan atmosfer pertandingan di tingkat internasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, saat bersama Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malinau yang juga Wakil Bupati Malinau, Jakaria, melepas atlet catur Malinau yang akan mengikuti turnamen internasional di Kuala Lumpur, Malaysia yang berlangsung 28 hingga 30 Agustus 2026.

Menurut Ernes, keikutsertaan atlet dalam pertandingan internasional bukan hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman, ilmu, sekaligus membangun mental bertanding.

“Ini penting untuk atlet kita selain menambah ilmu, melatih, bahkan membangun mental mereka bertanding di kancah internasional,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (26/8).

Ia menyebut, menghadapi lawan di tingkat internasional tentu bukan perkara mudah. Para peserta yang bertanding juga telah mendapatkan pembinaan dan memiliki pengalaman dalam berbagai kompetisi.

Karena itu, menurutnya, pengalaman bertanding sejak usia dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet Malinau agar semakin matang menghadapi kompetisi di masa mendatang.

Ernes menilai, keberangkatan atlet Percasi kali ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah melalui KONI dalam mendorong pembinaan atlet-atlet muda di Kabupaten Malinau.

“Ini sebagai wujud bentuk komitmen pemerintah daerah melalui KONI, Pak Bupati dan Pak Wakil, melalui kami untuk terus membina atlet-atlet muda kita,” katanya.

Ia juga menyoroti usia para atlet yang dikirim. Dari atlet yang diberangkatkan, terdapat atlet berusia enam tahun hingga remaja. Menurut Ernes, mereka merupakan aset olahraga Malinau yang perlu terus diberikan ruang untuk berkembang.

“Tadi ada atlet yang berumur enam tahun, 12 bahkan 14 tahun, yang merupakan nanti aset kita ke depan bagi Malinau,” tukasnya.

Ernes berharap kesempatan mengikuti kompetisi internasional tersebut dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga (cabor) lainnya di Malinau untuk terus mendorong atlet mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mengajak masyarakat Malinau memberikan dukungan kepada para atlet yang sedang membawa nama daerah di ajang internasional.

“Kita berharap masyarakat Malinau pertama dukung dalam doa atlet kita yang bertanding, terus memberi dukungan secara moral juga kepada kita semua, baik itu pemerintah daerah, KONI, cabor maupun kepada atlet,” pungkasnya. (*ntl)

Pos terkait