TERASKALTARA.ID, MALINAU – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca panas yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara. Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Malinau memastikan personel dan peralatan dalam kondisi siap siaga.
Sebanyak 110 personel Damkar Malinau disiagakan untuk mendukung upaya pencegahan hingga penanganan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Malinau Tjito Widjaja melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie, mengatakan kesiapsiagaan personel dilakukan tidak hanya ketika kebakaran sudah terjadi. Menurutnya, kesiapan dimulai dari pencegahan, deteksi dini hingga memastikan kemampuan personel serta armada siap digunakan.
“Kesiapjagaan bukan hanya pada saat api sudah terjadi, tetapi dimulai dari pencegahan, deteksi dini, peningkatan kemampuan personel, serta kesiapan armada dan peralatan, serta kecepatan dalam merespons setiap laporan masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, 110 personel tersebut disiagakan di sejumlah pos dan Markas Komando (Mako) Damkar Malinau. Rinciannya, 30 anggota berada di Pos Induk, 18 anggota di Pos Barat, 32 anggota di Pos Utara dan 10 anggota di Pos Mentarang.
Seluruh personel di pos tersebut bersiaga selama 24 jam dengan sistem shift. Sementara 20 personel lainnya yang terdiri dari komandan, personel Mako dan operator Mako juga disiapkan untuk mendukung penanganan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain personel, kesiapan juga didukung dengan armada dan peralatan pemadam. Damkar Malinau saat ini menyiagakan empat unit mobil tembak, satu unit mobil suplai, dua unit kendaraan komando/rescue serta dua mesin portable.
“Dengan jumlah 110 personel siap siaga dalam penanganan karhutla apabila dibutuhkan nantinya,” katanya.
Rury mengatakan, Damkar Malinau juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Pada dasarnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau siap siaga mensupport apabila terjadi kebakaran lahan dan hutan,” jelasnya.
Di tengah cuaca panas dan terik, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memunculkan api.
Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan penggunaan kompor serta instalasi listrik di rumah. Rury mengingatkan kondisi cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
“Dengan cuaca terik panas seperti ini, agar selalu memperhatikan kompor atau di dapur, begitu juga memperhatikan listrik dari korsleting listrik. Dengan cuaca yang panas terik seperti ini cepat dalam penyebaran api apabila terjadi kebakaran dari satu titik ke titik lainnya,” tuturnya.
Damkar Malinau memastikan pelayanan pemadaman dan penyelamatan tetap tersedia selama 24 jam. Masyarakat yang menemukan titik api maupun mengetahui kejadian kebakaran diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani sedini mungkin.
“Apabila membutuhkan pertolongan pemadaman maupun penyelamatan, kami selalu standby 24 jam,” pungkasnya. (*ntl)






