TERASKALTARA.ID, MALINAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, mengapresiasi langkah PT Damai Bangun Jaya (DBJ) dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan penebaran atau restocking 20 ribu ekor benih ikan patin di Sungai Sesayap, Kabupaten Malinau, yang dilaksanakan PT DBJ bersama Dinas Perikanan Kabupaten Malinau.
Ernes mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat.
“Pertama atas nama pemerintah daerah, kemudian asosiasi pemancingan Indonesia. Apresiasi yang luar biasa kepada PT Damai Bangun Jaya yang sudah melakukan kegiatan CSR-nya. Dengan menebarkan benih patin sebanyak 20 ribu ekor,” ujarnya, Kamis (3/9).
Menurut Ernes, kegiatan restocking seperti yang dilakukan PT DBJ merupakan hal yang positif dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya yang beroperasi di Kabupaten Malinau.
“Ya ini kalau menurut saya hal yang baru untuk di Malinau khususnya dan harapan kita ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, penebaran benih ikan tidak hanya bertujuan menambah populasi ikan di sungai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan perairan dan mencegah terjadinya penangkapan ikan secara berlebihan atau overfishing.
“Karena pertama kita menjaga perairan kita. Baik itu keseimbangan perairan kita, kemudian juga kita mencegah overfishing, atau juga mungkin pola penangkapan yang salah,” jelasnya.
Ernes meyakini, apabila kegiatan serupa dilakukan secara konsisten dan diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, kondisi perairan Malinau akan semakin baik dan terpelihara.
“Nah kalau kita semua melakukan ini, saya yakin perairan kita akan baik ke depan, subur, bahkan terpelihara. Dan nelayan juga akan menjadi berpendapatan baik, artinya penghasilan baik,” tuturnya.
Selain menjaga ekosistem, Ernes berharap keberlanjutan populasi ikan di Sungai Sesayap nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan penghasilan dari sumber daya perairan.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan restocking membutuhkan dukungan masyarakat. Nelayan diminta tidak langsung menangkap ikan yang masih berukuran kecil agar benih yang telah ditebar dapat tumbuh hingga mencapai ukuran konsumsi.
“Kami mohon nanti kepada nelayan juga sama-sama menjaga, kepala desa, sekcam, untuk bisa menjaga lingkungan kita supaya dalam rangka penebaran ini, kalau ada ikan yang kecil lepas dulu lah, intinya ya, biar nanti dia besar pada saat ukuran tempat konsumsi,” ujarnya.
Ernes juga mendorong Asosiasi Pemancingan Indonesia (APRI) untuk membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan lain di Malinau agar program CSR dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Ya harapan kita tadi minta kepada APRI, Asosiasi Pemancingan juga bisa membangun komunikasi kepada perusahaan lainnya yang mungkin juga berusaha di Malinau yang CSR-nya bisa dalam bentuk yang seperti ini,” katanya.
Menurutnya, dukungan CSR perusahaan tidak harus selalu dalam bentuk restocking ikan. Program serupa dapat dikembangkan di sektor pertanian, perkebunan, hortikultura hingga UMKM, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Apakah nanti benihkan, mungkin benih di pertanian, perkebunan, di hortik, silakan. Yang penting bagaimana membantu nelayan, pekebun dan petani kita. Termasuk UMKM silakan memilih yang mana mungkin bidang yang kita sukai,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Damai Bangun Jaya, Hermano, mengatakan kegiatan penebaran benih ikan patin merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan dan keberlanjutan sumber daya perikanan.
Menurutnya, Sungai Sesayap memiliki arti penting bagi masyarakat karena tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan, tetapi juga menjadi sumber kehidupan dan tempat masyarakat mencari nafkah.
“Sungai Sesayap bukan sekadar aliran air. Sungai ini adalah sumber kehidupan, tempat masyarakat mencari nafkah, dan bagian tak terpisahkan dari sejarah serta budaya wilayah ini. Menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Hermano.
Ia berharap benih ikan yang telah ditebar dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga pada masa mendatang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem Sungai Sesayap.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian kami terhadap kelestarian ekosistem perairan dan keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitar,” katanya.
Hermano juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Sungai Sesayap dengan tidak menggunakan cara penangkapan ikan yang merusak, tidak mencemari air, serta menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. (dip)






