TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Aparat kepolisian kembali menemukan lubang-lubang tersembunyi yang digunakan sebagai lokasi transaksi narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Bersinar, Selumit Pantai, Tarakan Tengah. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan total sekitar 17,90 gram sabu siap edar.
Pengungkapan ini dilakukan dalam operasi gabungan Satresnarkoba Polres Tarakan bersama Ditresnarkoba Polda Kalimantan Utara dan Sat Samapta Polres Tarakan pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 15.00 Wita di Jalan Cendawan RT 12.
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo, mengatakan, lokasi tersebut memang kembali menjadi target operasi setelah adanya laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas peredaran narkotika.
“Kampung Bersinar ini memang sudah menjadi target operasi kami. Karena berdasarkan informasi masyarakat, sudah mulai ada lagi peredaran narkotika di wilayah tersebut,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Dalam pemantauan di lapangan, petugas mencurigai seorang pria berinisial J, nelayan asal Berau, yang diduga hendak melakukan transaksi. Saat hendak diamankan, pelaku sempat mencoba melarikan diri.
“Pelaku sempat hendak melarikan diri, tapi berhasil kami amankan. Saat diamankan, dia memang hendak membeli narkotika di lokasi tersebut,” jelasnya.
Dari tangan tersangka, polisi menemukan satu paket sabu seberat 0,10 gram. Pengembangan kemudian mengarah ke sebuah lubang tersembunyi yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sekaligus transaksi.
Di lokasi itu, petugas menemukan 105 paket sabu dengan total berat bruto sekitar 17,80 gram yang telah dikemas dalam berbagai ukuran.
“Paket-paket tersebut sudah dibanderol mulai dari Rp100 ribu hingga Rp350 ribu,” ungkap Hendra.
Ia menjelaskan, modus transaksi dilakukan tanpa tatap muka antara penjual dan pembeli. Transaksi berlangsung melalui lubang sempit di balik papan kayu di area timbunan. “Cara belinya itu pembeli mengetok papan lalu memasukkan uang sesuai paket. Nanti dari dalam keluar tangan yang menyerahkan paket tersebut,” katanya.
Menurutnya, lubang-lubang ini merupakan lokasi baru yang kembali aktif, meskipun sebelumnya telah dilakukan penertiban. “Yang kemarin sempat kita tutup, sekarang ada lagi lubang-lubang yang kembali aktif,” tegasnya.
Saat dilakukan pembongkaran, petugas menemukan ruang sempit menyerupai tempat persembunyian di dalam lubang tersebut, lengkap dengan senter dan persediaan makanan.
“Di dalam itu seperti kamar kecil, ada senter dan makanan. Tapi anggota tidak bisa masuk karena memang sempit sekali,” bebernya.
Polisi juga menemukan buku catatan yang diduga berisi transaksi penjualan narkotika.
“Dari catatan yang kami temukan, diperkirakan baru sekitar 9 sampai 10 paket yang terjual,” tambahnya.
Namun saat proses pembongkaran berlangsung, pelaku yang diduga berada di dalam lubang berhasil melarikan diri melalui akses sempit yang sulit dijangkau petugas.
“Waktu kita bongkar, pelakunya langsung kabur. Akses masuk ke lokasi itu memang sulit dijangkau anggota,” katanya.
Menariknya, polisi juga menduga adanya keterlibatan anak di bawah umur dalam transaksi tersebut.
“Keterangan tersangka, tangan yang keluar dari lubang itu tangan anak-anak, bukan tangan orang dewasa,” ungkap Hendra.
Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Tarakan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, patroli dan pengawasan di wilayah Selumit Pantai, khususnya area Timbunan, akan ditingkatkan.
“Patroli rutin tetap kita lakukan supaya meminimalisir peredaran narkotika kembali di wilayah tersebut,” pungkasnya.






