TERASKALTARA.ID TARAKAN — Jendela kamar yang tak kunjung terbuka pada Minggu pagi membuat warga Jalan Gajah Mada RT 031, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, curiga. Seorang buruh harian lepas berinisial LW (49) yang biasanya sudah beraktivitas sejak pagi ternyata ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Minggu (16/8/2026).
Kecurigaan itu muncul setelah warga menyadari tidak ada aktivitas dari kamar korban. Padahal, LW dikenal rutin keluar pagi untuk bekerja.
Wati, warga sekitar, mengatakan kondisi jendela kamar yang masih tertutup menjadi hal pertama yang membuatnya heran. Saat itu, ia baru pulang dari pasar.
“Saya memang heran karena jendelanya belum terbuka. Biasanya pagi sudah terbuka dan dia sudah keluar. Saya bilang, coba lihat dulu ke kamarnya,” kata Wati.
Wati kemudian meminta warga lain mengecek kondisi kamar. Pengecekan dari luar dilakukan bersama warga bernama Risma hingga akhirnya diketahui LW dalam kondisi tidak bernyawa.
Informasi penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Laporan diterima Bhabinkamtibmas sekitar pukul 12.00 WITA.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Rusli mengatakan personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Anggota juga berkoordinasi dengan pihak keluarga atau kerabat korban,” ujar Rusli.
LW diketahui tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Sehari sebelum ditemukan meninggal, korban masih terlihat beraktivitas seperti biasa.
Wati mengatakan korban sempat bercerita mengalami kelelahan setelah beberapa hari bekerja membantu mengatur parkir di lokasi yang ramai.
“Kemarin masih aktif. Dia sempat cerita capek karena parkir di tempat yang ramai. Tapi orangnya memang baik, kalau dimintai tolong biasanya mau,” ujar Wati.
Di lingkungan tempat tinggalnya, LW dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan kerap membantu warga. Ia juga disebut sudah cukup lama tinggal di kawasan tersebut meski sempat berpindah tempat kos.
“Sudah lama dia di sini. Orangnya gampang bergaul dan sering membantu warga. Makanya kami juga kaget waktu tahu dia meninggal,” katanya.
Personel kepolisian kemudian melakukan penanganan awal di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Keluarga atau kerabat korban juga diarahkan membuat laporan sesuai prosedur untuk melengkapi administrasi penanganan kejadian.
Terkait penyebab kematian, Rusli mengatakan informasi awal yang diterima petugas menyebut korban diduga meninggal karena sakit. Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan medis.
“Informasi awal yang kami dapat, korban diduga meninggal karena sakit. Tetapi itu masih dugaan berdasarkan keterangan yang diterima di lapangan, bukan kesimpulan medis,” jelasnya.
Polisi juga belum menyampaikan secara pasti kapan LW meninggal. Petugas masih mendasarkan penanganan pada kondisi yang ditemukan di lokasi serta keterangan warga dan pihak terkait.
“Untuk penyebab maupun hal lain terkait kematian korban, kami tidak mengambil kesimpulan sendiri. Anggota melakukan penanganan awal, pengecekan lokasi dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Rusli.
Polisi mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan kondisi warga yang membutuhkan pertolongan. Kecepatan informasi dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan pengecekan dan penanganan.
“Kalau ada kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian, segera sampaikan kepada petugas. Dengan informasi yang cepat, anggota bisa segera datang dan melakukan penanganan sesuai prosedur,” pungkasnya.







