TERASKALTARA.ID, MALINAU – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mengingatkan panitia kurban di masjid agar memastikan seluruh hewan kurban menjalani dua tahap pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular.
Medik Veteriner Ahli Pratama Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Bryan Toding Ambabunga, mengatakan pemeriksaan tersebut meliputi ante-mortem dan post-mortem yang dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan.
Menurut Bryan, langkah tersebut penting dilakukan karena hingga saat ini kasus penyakit hewan menular di Indonesia masih cukup tinggi sehingga perlu kewaspadaan bersama.
“Yang menjadi hal penting dalam pelaksanaan hewan kurban nanti yang dilaksanakan pada masjid-masjid di Kabupaten Malinau ialah memperhatikan kesejahteraan hewan dan mengetahui kondisi ternak yang datang,” ujarnya saat diwawancarai TerasKaltara, Kamis (20/5/26).
Ia meminta panitia kurban segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan ternak yang terlihat sakit atau menunjukkan gejala tidak normal.
“Kalau ada masalah ataupun kelihatan ternak yang kurang sehat bisa menghubungi kami di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan supaya bisa dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Bryan menjelaskan pemeriksaan ante-mortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, cukup umur, layak potong, serta tidak memperlihatkan tanda klinis penyakit tertentu.
“Ante-mortem itu kami melakukan pemeriksaan bahwa kondisi calon ternak yang nantinya dijadikan hewan kurban dalam kondisi sehat, sudah sesuai umur atau layak potong, dan tidak menunjukkan gejala penyakit hewan tertentu,” jelasnya.
Sementara itu, pemeriksaan post-mortem dilakukan setelah penyembelihan dengan memeriksa karkas, daging, serta organ dalam hewan.
“Nantinya pada hari H kami melaksanakan pemeriksaan post-mortem untuk memeriksa daging ataupun karkas serta organ yang telah dipotong,” tambahnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinas Pertanian Kabupaten Malinau juga mengingatkan pentingnya perlakuan yang baik terhadap hewan kurban sebelum disembelih, termasuk memberikan waktu istirahat dan puasa agar kualitas daging tetap baik.
Bryan menyebut ternak yang mengalami stres sebelum dipotong berpotensi menghasilkan daging yang keras, alot, dan berwarna lebih gelap.
Saat ini, stok hewan kurban di Kabupaten Malinau tercatat sebanyak 197 ekor sapi dan 95 ekor kambing yang dipersiapkan untuk kebutuhan Iduladha tahun ini. (*st)






