TERASKALTARA.ID, MALINAU – Kabut asap kiriman dari Berau dan Tanjung Selor akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Kabupaten Malinau. Kondisi jarak pandang atau visibility yang berada di bawah standar keselamatan penerbangan menyebabkan penerbangan Wings Air rute Malinau-Balikpapan pada 3 dan 5 September 2026 dibatalkan.
Kepala Bandar Udara Kolonel Robert Atty Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo, mengatakan keputusan pembatalan penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.
“Pada hari ini terdapat cancel flight untuk penerbangan Wings dengan rute Malinau-Balikpapan pada tanggal 3 dan tanggal 5. Demi keselamatan penerbangan dibatalkan karena visibility di bawah standar atau di bawah 5 km,” ujar Handoko.
Menurutnya, gangguan jarak pandang tersebut terjadi akibat asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sekitar wilayah penerbangan tidak memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung operasional pesawat.
“Dampak karhutla menyebabkan hal tersebut terjadi karena kebakaran hutan berdampak pada asap yang mengganggu visibility dari penerbangan,” katanya.
Handoko menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sehingga penerbangan harus dibatalkan meskipun keputusan tersebut berdampak kepada pengguna jasa.
Pihak Bandara Malinau pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jasa penerbangan yang terdampak pembatalan tersebut.
“Keselamatan penerbangan menjadi hal utama. Kami juga mohon maaf kepada pengguna jasa penerbangan. Untuk penerbangan Wings Malinau-Balikpapan dibatalkan karena gangguan asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan,” ungkapnya.
Informasi mengenai kondisi jarak pandang tersebut, lanjut Handoko, diperoleh pihak Bandara Malinau dari BMKG Tanjung Selor.
Pihaknya berharap penanganan karhutla dapat segera dilakukan sehingga kondisi udara dan jarak pandang kembali membaik. Dengan demikian, operasional penerbangan di Bandara Malinau dapat kembali berjalan normal.
“Harapan kami, karhutla segera tertangani agar operasional penerbangan kembali berjalan,” pungkasnya. (*ntl)






