Muskab II PMI Malinau Digelar, Pemkab Malinau Ingin Pengurus Baru Lebih Profesional dan Responsif

muskab-ii-pmi-malinau.jpg
Ket Foto: Sekretaris PMI Kaltara, Dedy Setiawansyah (kiri), Asisten III Bidang Administrasi Umum Francis (tengah) dan Ketua PMI Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus (kanan)

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) II sebagai forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru untuk periode berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Malinau berharap kepengurusan yang terpilih mampu membawa PMI menjadi organisasi kemanusiaan yang semakin profesional, responsif, dan adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Muskab II PMI Kabupaten Malinau berlangsung di Ruang Intulun, Selasa (7/7), mengusung tema “Mewujudkan PMI Malinau yang Mandiri, Profesional, Responsif, dan Berdaya untuk Kemanusiaan.”

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PMI Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus beserta jajaran pengurus PMI, relawan, serta perwakilan pemerintah daerah.

Mewakili Bupati Malinau, Asisten III Bidang Administrasi Umum Francis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan relawan PMI yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan.

Menurutnya, PMI telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah, pelayanan kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani.

Francis mengatakan, Musyawarah Kabupaten merupakan forum tertinggi PMI di tingkat kabupaten yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan. Melalui forum ini, PMI tidak hanya melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dijalankan, tetapi juga menyusun langkah-langkah perbaikan serta memilih kepengurusan baru yang mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan.

“Forum ini bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, merumuskan kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan yang mampu membawa PMI Kabupaten Malinau semakin maju,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian musyawarah dapat berlangsung secara demokratis, transparan, serta mengedepankan semangat kebersamaan dan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah sebagai pengurus hendaknya mampu membawa PMI Kabupaten Malinau menjadi organisasi yang semakin profesional, mandiri, adaptif, dan semakin dicintai masyarakat,” katanya.

Francis juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau memandang PMI sebagai mitra strategis dalam mendukung berbagai tugas kemanusiaan. Dengan kondisi geografis Kabupaten Malinau yang luas dan memiliki tantangan tersendiri, keberadaan PMI dinilai sangat penting dalam mendukung penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR), hingga menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PMI terus diperkuat agar pelayanan kemanusiaan dapat semakin cepat, tepat, dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Pada kesempatan tersebut, Francis juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh relawan PMI yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh ketulusan. Menurutnya, menjadi relawan membutuhkan komitmen, keberanian, serta semangat pengorbanan yang tinggi demi membantu sesama.

Melalui Muskab II ini, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap lahir kepengurusan PMI yang solid, akuntabel, inovatif, dan responsif sehingga mampu memperkuat peran organisasi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Malinau. (*st)

Pos terkait