TERASKALTARA.ID, MALINAU, 12 Juni 2026 – PT Pegadaian (Persero) turut mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malinau. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tebengang, Kabupaten Malinau, pada Jumat (12/6), menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi petani, pelaku usaha, serta masyarakat umum.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., dan dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misran Pasaribu, beserta perwakilan lembaga jasa keuangan.
Dalam kegiatan tersebut, PT Pegadaian (Persero) dan BNI berkolaborasi untuk menyediakan fasilitas dan dukungan pelaksanaan kegiatan. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan inklusi keuangan, dilakukan penyerahan simbolis produk keuangan kepada peserta kegiatan, di mana PT Pegadaian (Persero) menyerahkan produk Tabungan Emas dan BNI menyerahkan produk perbankan kepada peserta terpilih.
Dalam sambutannya, Bupati Malinau menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap layanan jasa keuangan yang aman dan legal. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjaman online ilegal, investasi bodong, maupun aktivitas keuangan yang merugikan.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misran Pasaribu, menjelaskan bahwa program GENCARKAN merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara masyarakat yang telah menggunakan produk keuangan dengan masyarakat yang memahami manfaat, risiko, dan pengelolaan keuangan secara baik.
Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) Malinau, Gatot Nanu Setiawan, menyampaikan bahwa partisipasi Pegadaian dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang digagas OJK.
“Pegadaian menyambut baik pelaksanaan GENCARKAN di Kabupaten Malinau. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang baik, tetapi juga semakin mengenal berbagai produk keuangan yang aman, legal, dan bermanfaat untuk mendukung kesejahteraan keluarga. Kehadiran Tabungan Emas Pegadaian diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Gatot.
Senada dengan hal tersebut, Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Tarakan, Feri Andika Syah Putra Pelawi, menilai kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
“Literasi dan inklusi keuangan harus berjalan beriringan. Melalui kolaborasi seperti GENCARKAN, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya perencanaan keuangan, tetapi juga memperoleh akses terhadap produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pegadaian siap terus mendukung program-program edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Feri.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyampaikan apresiasinya kepada OJK dan Pemerintah Kabupaten Malinau atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi inisiatif OJK melalui program GENCARKAN yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke daerah. Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, Pegadaian akan terus mendukung program edukasi dan literasi keuangan agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, berinvestasi secara aman, dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujar Rinaldi.
Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kabupaten Malinau, serta lembaga jasa keuangan, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mendukung pembangunan daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera.






