TERASKALTARA.ID, MALINAU – SMA Negeri 3 Malinau menggelar In House Training (IHT) Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital sekaligus mendorong penerapan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.
Kegiatan tersebut menghadirkan Henri Tetiawadi, S.Kom., M.M., M.Kom. sebagai narasumber. Para peserta mendapatkan pemahaman sekaligus pengalaman praktis mengenai konsep dasar koding, computational thinking, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung proses pembelajaran.
Selama pelaksanaan IHT, guru tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai sesi praktik. Materi yang diberikan diarahkan untuk membantu peserta memahami cara mengintegrasikan koding dan AI ke dalam pembelajaran, mulai dari perencanaan pembelajaran, pembuatan bahan ajar, pengembangan aktivitas peserta didik, hingga pemanfaatan teknologi AI secara bijak dan produktif.
Henri Tetiawadi menekankan bahwa pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial tidak terbatas pada guru mata pelajaran informatika. Menurutnya, kedua teknologi tersebut dapat diterapkan pada berbagai bidang pembelajaran untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, sistematis, serta keterampilan pemecahan masalah peserta didik.
“Koding bukan hanya tentang menulis program, tetapi bagaimana kita melatih cara berpikir yang logis, sistematis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Sementara kecerdasan artifisial dapat menjadi alat bantu bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif,” jelas Henri.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan semakin memiliki literasi digital dan keterampilan dasar dalam memanfaatkan teknologi, khususnya koding dan AI, dalam proses pembelajaran.
Tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, IHT juga diharapkan mampu mendorong guru menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi serta karakteristik peserta didik saat ini.
Selama tiga hari, kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta aktif mengikuti diskusi, praktik, mengeksplorasi berbagai aplikasi, serta menyusun ide dan produk pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital.
IHT Koding dan Kecerdasan Artifisial tersebut ditutup pada 28 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 3 Malinau berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para guru dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.’
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen SMA Negeri 3 Malinau dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik serta membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam menghadapi era koding dan kecerdasan artifisial. (*ntl)






